Dipecundangin Negara Se Upil ?

Berasal dari cuitan Fachri Hamzah yang mengatakan Negara Se Upil tapi Fakta Negara itu Gagah Perkasa.

Presiden Joko Widodo dan Presiden Singapore Hallimah Yacob

Opini Netizen ini sangat menggugah dan mencetahkan . Tulisan akun tweeter NiNot ( @Leonita_lestari) membuat utasan menganggapi cuiyan Fachri Hamzah Petinggi Partai GELORA. Utasan tersebut antara lain berbunyi sebagai berikut

TERPECUNDANGI NEGARA SEUPIL

Negara “seupil” itu menang TELAK melawan raksasa bernama Indonesia. Dia bakal menuai untung besar atas ceroboh strategi dari rivalnya sesama negara Asia Tenggara.

Seperti panggung pertunjukan, celah sempit yang secara tak sengaja tercipta dieksekusi dengan baik. Atas kejeliannya, sang manger berhasil memasukan sebuah moment pada sorotan kamera.

Meski hanya berlangsung sangat singkat, dan namun sorotan itu kemudian mampu membuat mata penonton tertuju pada titik itu. Gaung dari gemanya akan lama untuk berhenti.

Seperti peristiwa Rara si pengusir hujan yang tampil di MotoGP Mandalika secara tiba-tiba dan untuk sesaat membuat perhatian para penonton di seluruh dunia teralihkan,

Mbak Rara Oawang Hujan .

Peristiwa Somad yang ditolak masuk Singapore disorot dan menghasilkan hal serupa. Peristiwa itu membuat Singapore dilihat.
.

“Bravo Singapore..!!” Ramai apresiasi terdengar dan mereka bertepuk tangan sambil berdiri.

Somad yang ditolak masuk ke negara itu dan berakibat munculnya protes besar dari para pendukungnya hingga kini masih menjadi titik sorot.

Alasan bahwa yang bersangkutan dianggap tak memenuhi syarat sebagai person yang boleh masuk ke negeri itu dan seharusnya tak perlu kita intervensi, justru menjadi perdebatan sengit antar pihak.

Siapakah akan menuai untung atas peristiwa itu, tak lain dan tak bukan adalah Singapore si negara sekecil upil yang blagu sebagai sebutan dalam balutan marah seorang Fahri Hamzah.

Bukan hanya Fahri, Fadli, Sandiaga hingga banyak tokoh publik seperti tersedot pusaran itu. Mereka turut memberi komentar.

Ya, mereka semua sedang mempromosikan Singapore adalah negara yang tegas dan punya sikap sebagai antitesa hukum di Indonesia yang cenderung plin plan berbungkus “term and condition”.

Beberapa saat yang lalu otoritas Singapore telah membeberkan alasan kenapa harus menolak Somad. Salah satu dari 4 alasan itu adalah yang bersangkutan dianggap telah menyebarkan ajaran ekstrimis dan segregasionis.

Itu jelas tidak dapat diterima pada masyarakat multi-ras dan multi-agama seperti di Singapore.

Artinya, jauh hari sebelum Somad datang ke Singapore, sangat mungkin namanya sudah masuk list. Nama lain yg sewarna dalam rasa dengannya pasti ada & banyak. Mereka yg tak “tersentuh” hukum di Indonesia bukan berarti tak dianggap berbahaya & maka dilarang masuk bagi negara lain.

Adakah Otoritas keamanan Singapore telah berbuat salah karena berani bersikap tegas terhadap warga negara tetangga yang dianggapnya dapat mengakibatkan hal tak baik bagi warga negaranya?

Sbgi salah satu negara tujuan wisata & surga belanja, adkh Singapore tak boleh khawatir atas kehadiran person yg sudah dibuatkan list itu kelak akan “mencoreng” citra baiknya selama ini sbgi salah satu negara terbaik di dunia dlm hal pelayanan publik& maka mereka menolak masuk?

Seandainya Fadli, Fahri hingga banyak sosok politisi kita yang tak pintar berpolitik dan mudah terombang ambing arus itu tak sibuk komen, ceritanya pasti menjadi lain. Kini sorak mereka dilihat. Orang mencari tahu ada apa dengan riuh itu.

Ketika mereka tahu cerita sebenarnya yakni telah terjadi penolakan seseorang masuk ke sebuah negara karena yang bersangkutan dianggap dapat menimbulkan hal tak baik sesuai alasan kenapa dia masuk dalam listing, para penikmat belanja maupun turis makin percaya pada Singapore.

Kemarin, sebelum ribut, dia yang di-listing tak pernah akan tahu apa alasan dia masuk dalam list tersebut. Pun negara yang membuat list, mereka tak boleh sekaligus tak punya kewajiban untuk publikasi.

Kini, ketika terjadi suara ribut, alasan kenapa sosok itu masuk list terpaksa dipublish. Dan pengumuman itu menguntungkan Singapore. Itu seperti promosi bahwa negara tersebut peduli pada isu sensitif.

Citranya sebagai negara dengan Hospitality terbaik di dunia akan semakin menggaung dan sebagai tempat untuk wisata, Singapore pasti makin disukai.

Sementara, pada kita, pada negara ini, cerita bahwa demokrasi kita yang terlalu bebas justru menyisakan tanya benarkah negara itu aman untuk dikunjungi?

Dengan tujuan syahid dalam konteks konflik Israel-Palestina, merendahkan agama lain dan menyebut kafir pihak lain, itu seperti Singapore bercerita bahwa di negara kita hal-hal seperti itu DIBOLEHKAN.
.

Lantas, siapakah akan merasa aman datang ke Indonesia bila kampanye seperti itu massif dibicarakan?

Anehnya, justru para politisi kita yang seperti kompor kesiram minyak itulah yang membuat Singapore memiliki alasan mempublikasikan sesuatu yang tak harus dibuat benderang.

Ya kali ini kita memang kalah cerdik dibanding dengan negara seupil versi Fahri itu. Marah sebagian orang tak paham taktik itu telah menjadikan Indonesia dilihat dengan sorot mata aneh.

Dan Somad, pada cerita ini, bisa jadi justru adalah korban atas ketidak tahuannya dalam politik serba cepat ini. Sedemikian rupa, dia dipancing untuk marah. Kini buruk citranya harus diumbar menembus batas regional dan go internasional oleh negara itu.

Ga percaya? Lanjutkan saja demo itu. Dijamin, dia justru akan semakin susah. Banyak negara dengan senang hati akan berada di sisi Singapore dan memasukkan namanya dalam list sebagai sosok berbahaya dan tak boleh masuk.

Catatan saya kita tidak boleh malu belajar dari Negara Se Upil tersebut untuk menjaga Persatuan dan Kesatuan Bangsa menjaga Keharmonisan antarbunat agama suku dan budahya yang ada di Indonesia.

Mari pererat rasa tepo sliro jangan jumawa karena merasa besar sehingga mengabaikan yang kecil. Semua kita beda tetapi satu dalam Kebinekhaan sama sebagai Warga Negara Indonesia .

Jangan lelah mencintai Negara ini tetap semangat bertepatan di Hari Kebangkitan Nasional Ini.

Ketua Umum Ganesa, Semoga semangat Kebangkitan Nasional menjadikan kita dan bangsa tercinta ini makin membangkitkan nilai nasionalisme, persatuan, kesatuan, dan kesadaran memerdekakan harapan Rakyat Indonesia. Indomesia Bangkit Bangkit Kita Bangsa Yang Tangguh Ganesa Indonesia #ganeasa

Semoga semangat Kebangkitan Nasional menjadikan kita dan bangsa tercinta ini makin membangkitkan nilai nasionalisme, persatuan, kesatuan, dan kesadaran memerdekakan harapan Rakyat Indonesia.
Indomesia Bangkit
Bangkit Kita Bangsa Yang Tangguh
Ganesa Indonesia
#ganeasa

Ditulis oleh : Niniek Henny Dyah ES.SE,MM

 

GANESA (GERAKAN NASIONAL INDONESIA BERSATU ) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles

Back to top button